10 Hal Seharusnya Dapat Dilakukan Anak Umur 3 Tahun

Anak 3 tahun tentu terlihat lucu dan menggemaskan, disisi lain anak sudah cukup besar untuk bisa memperlihatkan kemampuannya, sehingga menyenangkan orang yang melihatnya.

Anak mulai jarang mengompol, anak juga semakin mempunyai rasa ingin tahu yang besar.

 tahun tentu terlihat lucu dan menggemaskan 10 Hal Seharusnya Bisa Dilakukan Anak Umur 3 Tahun
Anak 3 Tahun | Photo credit: Rebeccaortonphotography.com

Berikut apa saja yang seharusnya terjadi ketika anak berusia 3 tahun:

1. Anak Mulai Bisa Makan Sendiri

Memasuki usia 3 tahun, anak seharusnya sudah mulai makan sendiri, walaupun mungkin masih kacau, tapi anak pada masa-masa ini mempunyai harapan untuk makan sendiri.

Sebagai orang tua, dorong/motivasi anak supaya terbiasa makan sendiri. Kurangi kebiasaan menyuapi anak, sehingga anak lebih terlatih untuk makan sendiri.

2. Pergi ke Toilet

Pada usia 3 tahun, umumnya akan mulai risih dengan yang namanya popok, anak akan melepas popoknya.

Pada masa ini, anak mulai dilatih untuk memakai toilet, apalagi bila anak sendiri yang meminta untuk memakai toilet, serta anak lebih menentukan memakai celana dalam daripada popok.

Kesimpulan: Saat memasuki usia 3 tahun, seharusnya anak sudah berkurang memakai popok, dan sudah mulai bisa memakai toilet.


3. Ikut-Ikutan dalam Pekerjaan Rumah

Jangan remehkan anak usia 3 tahun, dirinya sudah mulai siap untuk melaksanakan beberapa pekerjaan rumah (yang sesuai dengan usianya).

Misalnya menaruh mainan di keranjang, meletakan buku di tempatnya, dll. Bahkan anak ketika melihat orang tuanya menyapu, akan ikutan-ikutan menyapu.

Sudah saatnya Anda memperlihatkan tugas-tugas rumah untuk anak usia 3 tahun, tentu tugas-tugas yang sesuai dengan usianya.

4. Kemampuan dalam Bergaul

Orang renta akan melihat peningkatan dalam cara anak bergaul. Anak mulai berguru ihwal saling mengasihi, menyebarkan mainan, bergantian tunggu giliran, dll.

Anak bergaul dengan sobat sebayanya jauh lebih baik dibandingkan satu tahun yang lalu.

Hanya saja bukan berarti anak 3 tahun terbebas dari sifat “tidak ingin berbagi”. Orang renta perlu mengarahkannya tapi jangan terlalu memaksanya, butuh waktu supaya anak bisa mengerti.

5. Peningkatan Kemampuan Emosional

Anak mulai memahami emosinya dan juga emosi orang lain, walaupun anak masih dalam tahap awal (latihan) mengendalikan emosi.

Anak seharusnya sudah mulai bisa memahami (menunjukan) beberapa jenis emosi, menyerupai kegembiraan, kemarahan, serius, becanda, ketakutan, kesedihan, dll.

Jika anak melihat sesuatu yang agak lucu, jangan kaget bila anak akan meresponnya dengan tertawa ngikik atau bahkan terbahak-bahak.

Sebaliknya, anak juga bisa merasa kecewa (karena sesuatu) sehingga Anda akan melihatnya mengeluarkan airmata.

Loading...

6. Perkembangan Akal

Anak mulai menguasai banyak kata, tapi belum bisa sepenuhnya lancar berbicara. Setidaknya ucapan (kalimat pendek) anak 3 tahun seharusnya sudah terdengar jelas.

Kemampuan kecerdikan anak semain berkembang. Saat akan pergi, anak mungkin akan bertanya “Mau ke mana?”.

Anak mulai mengenal waktu, menyerupai kapan berpakaian, kapan mandi, kapan makan, kapan tidur, dll.

Anak juga kemungkinan bisa membaca kondisi orang tunya, apakah orang tuanya sedang murka atau gembira.

Selain itu anak mulai memahami logika cerita, sehingga ketika Anda bercerita mungkin anak akan sering bertanya.

7. Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik anak akan terus berkembang, berikut hal yang umumnya bisa dilakukan anak 3 tahun:
  • Keseimbangan badan anak semakin baik. 
  • Anak seharusnya sudah bisa naik-turun tangga, bahkan mungkin dilakukannya dengan cepat.
  • Anak bisa menangkap bola dengan kedua tangannya.
  • Anak bisa memanjat dan berlari dengan baik.
  • Saat naik sepeda roda tiga, anak bisa menyeimbangkan gerakan tangan dan kakinya.
  • Anak bisa berjalan jinjit.
  • Anak bisa bangkit sebentar dalam posisi bertumpu pada satu kaki. 
  • Anak bisa mendorong kereta belanja sambil berbelok.

8. Kemampuan Motorik Kasar

Ini ihwal kemampuan anak dalam memakai tubuhnya, terutama dalam acara otot besarnya (secara umum bermain). Beberapa keterampilan motorik berangasan yang mestinya sudah dikuasai anak 3 tahun:
  • Naik sepeda roda tiga.
  • Berlari cepat dalam jarak pendek tanpa terjatuh.
  • Mampu memanjat furnitur yang rendah.
  • Bisa menendang dan melempar bola.
  • Bisa naik-turun tangga.

Pada usia 3 tahun merupakan masa anak yang sulit untuk diam, sehingga masuk akal bila anak sering berlarian dan bergerak kesana-kemari.

Itu juga sebagai latihan motorik kasarnya, sehingga anak tidak perlu terlalu sering disuruh diam.


9. Kemampuan Berbahasa

Jika anak 3 tahun Anda belum bisa banyak bicara, tidak usang lagi Anda akan menemukan anak Anda tersebut lebih banyak bicara. Anak akan bisa mengucapkan beberapa hal, seperti:
  • Nama dan usianya
  • Bercerita ihwal sesuatu.
  • Mengajukan suatu pertanyaan sederhana.
  • Menjawab pertanyaan sederhana secara singkat.

10. Kemampuan Kognitif

Semakin bertambahnya umur maka kemampuan kognitif anak semakin meningkat, dan anak akan mulai mengajukan aneka macam pertanyaan. Beberapa hal yang bisa dilakukan anak 3 tahun:
  • Menghitung satu hingga lima.
  • Menyelesaikan puzzle sederhana.
  • Mengingat apa yang terjadi satu hari yang lalu.
  • Semacamnya.

Anak 3 tahun sedang dalam masa golden age. Anak akan cepat mendapatkan informasi yang didapatnya seiring dengan jumlah neuron yang bertambah pesat.

Lakukan beberapa stimulasi ini:
  • Bacakan anak cerita, sehingga rasa ingin tahu anak meningkat dan kosakata-nya jauh lebih banyak.
  • Perbanyak angka dan abjad di rumah. Caranya: gunakan karpet bertulis angka/huruf, melekat nama anak di pintu kamar, melekat magnet huruf, dll.
  • Bermain dengan kartu bertuliskan abjad dan angka. Urutkan huruf/angka secara teratur.
  • Kenalkan abjad pada benda-benda yang sering ditemui anak, misal “B” untuk bola.
  • Perhatikan mood anak, Ibu harus pintar-pintar dalam menentukan waktu belajarnya.

Jangan memaksa, hindari menargetkan anak harus bisa membaca/menulis, supaya menghindari otak anak bekerja terlalu berat.

Anak 3 tahun mengalami perkembangan kemampuan kognitif secara pesat, tapi tetap dengan keterbatasan. Anak masih kesulitan untuk membedakan antara realita dan fantasi imajinasinya.

Berkatalah dengan kalimat sesederhana mungkin supaya anak bisa benar-benar mengerti.

8 Cara Mendidik Anak Supaya Patuh, Baik & Cerdas

Setelah Anda menjadi orang renta maka Anda mempunyai tanggung jawab yang sangat besar. Mendidik anak memerlukan kesabaran, taktik dan kolaborasi kedua pasangan.

Pendidikan anak di masa kecil akan sangat menghipnotis dirinya ketika cendekia balig cukup akal nanti. Punya anak yang pintar, baik dan patuh tentunya menjadi idaman ayah dan bunda.

 Setelah Anda menjadi orang renta maka Anda mempunyai tanggung jawab yang sangat besar 8 Cara Mendidik Anak Agar Patuh, Baik & Cerdas
Ayah dan Anak | Photo credit: Mediabakery.com / Photoplay Digital Vision

Langsung saja, berikut poin-poin yang harus diperhatikan dalam mendidik anak:

1. Memberikan Teladan

Jika menginginkan anak yang baik dan penurut, pastikan Anda menjadi orang renta yang baik dahulu. Jadilah teladan yang luar biasa untuk anak Anda.

Mengapa harus memperlihatkan teladan yang baik pada anak? Itu alasannya yaitu belum dewasa merupakan peniru ulung, anak akan mencontoh segala hal yang dilihat dan didengarnya.

Jika orang renta mempunyai kebiasaan atau prilaku yang buruk, maka cepat atau lambat niscaya akan ditiru oleh anak.

Jika Anda sebagai orang renta mempunyai prilaku atau kebiasaan yang buruk, maka mulailah memperbaiki diri Anda sesegera mungkin.

Jika Anda ingin anak Anda bertutur kata yang lembut dan baik, maka Anda juga harus mempunyai tutur kata yang lembut, anak nanti akan menirunya.

2. Kasih Sayang

Kasih sayang merupakan hal yang sangat penting dan harus diberikan pada anak. Yang namanya belum dewasa tentunya ada rasa manja dan ingin disayang dalam dirinya.

Disinilah orang renta harus memperlihatkan kasih sayang dan memanjakan anak sesuai dengan porsinya.

Anak yang mendapat kasih sayang yang baik, umumnya akan tumbuh menjadi anak yang cerdas, baik itu kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosionalnya.

Hanya saja hindari berlebihan dalam memanjakan anak, walaupun anak gembira alasannya yaitu sering dimanja tapi dirinya akan sulit berdikari nantinya.

Anak yang dimanja secara berlebihan nantinya akan tidak berdikari dan lemah dalam mengatasi persoalan-persoalan di dalam kehidupannya.

Dengan begitu, memperlihatkan kasih sayang pada anak bukan berarti terlalu memanjakan anak, alasannya yaitu dikhawatirkan akan berdampak jelek pada diri anak itu sendiri.


3. Latihlah Rasa Tanggung-Jawab pada Diri Anak

Selain memanjakan anak, orang renta juga perlu mengajarkan rasa tanggung jawab pada diri anak.

Jika anak Anda yang sekolah SD meletakan buku pelajarannya sembarangan, maka ajarkan anak untuk bertanggung jawab, anak harus membereskan buku-bukunya yang berceceran tersebut.

Orang renta harus mengajarkan anak bertanggung jawab atas segala kesalahan yang dibuatnya, ini bukan berarti tidak mencintai anak.

Justru ini bentuk kasih sayang orang renta supaya anak semenjak kecil terlatih untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, dan anak juga terlatih untuk menjalankan kewajibannya (tugas-tugsnya).

4. Ajarkan Rasa Simpati dan Cara Bergaul

Rasa simpati ini sangat penting untuk dimiliki oleh setiap orang dalam melaksanakan pergaulan atau interaksi sosial.

Agar anak Anda gampang bergaul dan mempunyai kehidupan sosial yang baik, maka semenjak kecil harus diajarkan rasa simpati.

Ajarkan anak rasa simpati, mencar ilmu mencicipi apa yang orang lain rasakan, mencar ilmu menghargai pendapat orang lain, hingga mencar ilmu bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain.

Anda perlu meningkatkan kemampuan bersosialisasi anak, alasannya yaitu sosialisasi yaitu pondasi yang sangat penting dalam kehidupan seseorang (untuk mempunyai teman).

Anak yang mempunyai perkara dalam kemampuan interaksi sosial beresiko tinggi mengalami gangguan emosinal. Kemampuan bersosialisasi sangat penting untuk tumbuh kembang anak dan pengembangan karakternya.

Anak akan melihat dan mencontoh orangtuanya wacana cara berbicara, bergaul dan menyapa orang lain, jadilah role model yang baik sehingga nantinya anak bisa bergaul bersama teman-temannya dengan baik.

Jika anak kurang percaya diri dalam bergaul dengan teman-temannya maka segera atasi, jangan dicueki saja alasannya yaitu dikhawatirkan rasa tidak percaya diri akan terus ada hingga dewasa.

Buatlah suasana keluarga yang terbuka antara orang renta dan anak, orang renta mempunyai tanggung jawab besar pada anak, ajaklah anak berkomunikasi dan bercanda.

Jika anak ingin curhat, maka berikan anak waktu yang banyak untuk berbicara mengeluarkan isi hatinya. Dengan begitu, anak nantinya akan terbuka pada orang tuanya, serta berani untuk bertanya dan mengelurkan pendapatnya.

Jika anak ingin bergabung dengan klub futsal, sekapbola, basket, dll maka jangan dilarang, justru orang renta harus mendorong/menyemangatinya alasannya yaitu anak nantinya akan mempunyai banyak teman.

loading...

5. Dorong Anak Punya Rasa Ingin Tahu yang Besar

Pada dasarnya, semua belum dewasa mempunyai rasa ingin tau dan rasa ingin tahu yang kuat. Saat melihat sesuatu yang gres menurutnya, maka anak akan banyak bertanya.

Selain itu, anak juga sangat antusias untuk mencoba banyak sekali hal baru, ibarat memotong kertas dengan gunting, mewarnai, dll. Hal ini bagus, hendaknya Anda mendorong anak untuk memunculkan rasa antusias dan ingin tahunya.

Seorang ilmuwan besar dunia, Albert Einstein konon menyampaikan bahwa kesuksesannya tersebut bisa diperoleh bukan karena kejeniusan, tapi alasannya yaitu rasa ingin tahu yang sangat besar.

Oleh alasannya yaitu itu, khusus Anda sebagai oang tua, hendaknya senang ketika mempunyai anak yang suka bertanya.

Walaupun mungkin cukup merepotkan alasannya yaitu anak sering bertanya, tapi jangan merespon pertanyaan anak dengan marah-marah atau respon negatif lainnya.

6. Tumbuhkan Kemampuan Berpendapat Anak Sejak Dini

Seringkali orang renta yang adikara tidak mau mendengarkan pendapat anak, ini sebuah kesalahan besar.

Justru ketika anak bisa mengeluarkan pandapatnya sendiri mengambarkan dirinya cerdas dan bisa berpikir dengan baik.

Orang renta seharusnya mendorong anak untuk sering-sering mengeluarkan pendapatnya, hal ini akan melatih kecerdasannya semenjak dini.

Berikan respon nyata ketika anak mengeluarkan pendapatnya, berikan pujian/penghargaan dan jangan mencelanya.


7. Berikan Pujian

Berikan kebanggaan ketika anak melaksanakan sesuatu yang baik, sehingga anak akan senang dan selalu semangat untuk melaksanakan hal baik tersebut.

Selain itu, memuji anak akan sanggup meningkatkan kecercayaan dirinya, jikalau anak melaksanakan hal yang baik maka berikanlah pujian, jangan membisu saja.

Jangan hingga orang renta tidak perhatian terhadap anak. Anak yang semenjak kecil tidak dipedulikan oleh orang tuanya nantinya akan cenderung minder ketika bergaul dengan teman-temannya.

Anda tidak harus sering-sering memperlihatkan kebanggaan pada anak. Intinya, berikan kebanggaan ketika itu diperlukan. Pujian secara proporsional akan meningkatkan motivasi/semangat anak.

8. Saling Terbuka

Orang renta harus akrab dengan anak, buatlah anak nyaman berada di sisi orang tuanya. Sehingga ketika ada sesuatu, anak mau terbuka pada orang tuanya.

Dengan menampakan perilaku saling terbuka antara orang renta dan anak, ini sangat elok alasannya yaitu orang renta sanggup mengetahui kondisi anak secara pasti.

Orang renta sanggup mengetahui hal-hal yang menciptakan anak senang maupun sedih, orang renta juga sanggup mengetahui sifat anak.

Jangan hingga anak tertutup pada orangtuanya, dimana anak enggan untuk menceritakan apa yang dialaminya sehari-hari.

Agar anak mau terbuka, hindari kata-kata yang menghakimi dan merendahkan anak. Sebaliknya, orang renta memperlihatkan ucapan-ucapan yang memotivasi anak.

Ajak anak ngobrol secara teratur, topik pembicaraan bisa apa saja, termasuk sesekali bergurau. Rutin mengobrol dengan anak, akan menciptakan anak lebih gampang terbuka kepada orang tuanya.

Selain itu supaya orang renta akrab dengan anak, maka jadilah orang renta yang mau mendengarkan keluhan-keluhan anak. Hal ini akan menciptakan anak merasa diperhatikan sehingga dirinya akan lebih terbuka kepada orang tuanya.

12 Ciri Anak Yang Cerdas Dan Berbakat

Memiliki anak yang cerdas tentu sangat diidam-idamkan oleh orang tua. Kecerdasan seorang anak gres bisa diketahui secara akurat dikala dirinya memasuki masa sekolah.

 Memiliki anak yang cerdas tentu sangat diidam 12 Ciri Anak yang Cerdas dan Berbakat
Ilustrasi Anak Cerdas | Photo credit: Gettyimages.it / Imgorthand

Sebagai patokannya, berikut ciri-ciri anak yang mempunyai tingkat kecerdasan tinggi:

1. Menguasai Banyak Kosakata

Anak kecil namun sudah bisa mengoleksi banyak kosakata, memakai kosakata yang sulit dengan sempurna dan menghasilkan sebuah kalimat yang terperinci dan sanggup dimengerti, menandakan anak ini cerdas.

Mereka punya potensi besar dan umumnya mempunyai prestasi menonjol dikala di sekolah.

Penelitian telah mengungkapkan bahwa bawah umur yang menguasai kosakata/kalimat dengan baik umumnya lebih cerdas di kelasnya dibandingkan dengan yang lainnya.

2. Suka Bertanya dan Rasa Penasaran yang Tinggi

Jika Anda kewalahan anak Anda yang masih kecil suka melontarkan banyak pertanyaan maka jangan kesal dulu.

Anak yang selalu bertanya perihal segala sesuatu yang dilihatnya menandakan dirinya cerdas dan aktif berpikir. Umumnya anak cerdas suka bertanya semenjak dirinya masih kecil.

Usia 2-3 tahun anak sudah mulai berilmu mengoceh sehingga akan sering bertanya atau berkomentar perihal segala hal yang dilihatnya. Pada masa-masa menyerupai ini, anak memasuki masa bermain dan bahagia berinteraksi sehingga mempunyai rasa ingin tahu yang sangat besar.

Responlah dengan positif, kalau Anda benar-benar tenganggu alasannya yaitu si kecil terus bertanya maka usahakan menghindari respon negatif.

Ciri anak yang cerdas yaitu suka bertanya dan punya rasa ingin tahu yang besar, hal ini lama-kelamaan akan terus melatih kemampuannya untuk berpikir kritis.

Walaupun memang sedikit merepotkan, Anda perlu bersyukur kalau anak Anda suka bertanya, hanya saja kalau anak mempunyai rasa ingin tau pada hal-hal yang membahayakan, maka orang bau tanah perlu bertindak tegas, contohnya anak ingin bermain pisau maka katakan tidak dengan tegas.


3. Suka Berimajinasi

 Memiliki anak yang cerdas tentu sangat diidam 12 Ciri Anak yang Cerdas dan Berbakat
Anak Berimajinasi | Photo credit: Visionaustralia.org

Jika anak suka berimajinasi, bisa jadi dirinya termasuk anak yang cerdas. Berimajinasi membutuhkan berpikir secara mendalam.

Anak berimajinasi dengan menirukan hal-hal yang dilihat atau dirasakannya, contohnya sang anak merenung dan membayangkan awan berbentuk burung.

Atau juga anak menciptakan gambar dengan catatan (cerita) yang dibuatnya sendiri. Jika anak kecil sanggup melakukannya padahal gres berusia sekitar lima tahun maka sepertinya ia anak yang cerdas.

4. Aktif

Anak yang aktif juga bisa menandakan dirinya cerdas. Tapi aktif disini maksudnya bukan hiperaktif, garang atau tidak bisa diam.

Anak aktif berbeda dengan anak hiperaktif. Anak hiperaktif tidak bisa diam, susah untuk fokus, garang dan tidak sabaran. Adapun anak yang aktif mempunyai fokus perhatian yang baik, gampang dibilangin orang tua, lebih sabar dan suka melaksanakan kegiatan yang jelas.

Hanya saja kini yang menjadi persoalan yaitu orang bau tanah membiarkan anak berjam-jam hanya bermain gadget, hendaknya bawah umur diajak ke taman untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang lebih berguna, khususnya acara fisik alasannya yaitu sanggup merangsang kecerdasannya.

5. Fokus Secara Intens

Pada dasarnya yang namanya bawah umur akan susah untuk fokus/konsentrasi pada suatu hal. Nah, kalau anak dari kecil sudah bisa untuk konsentrasi dalam waktu lama, atau melaksanakan suatu kegiatan tanpa terpengaruh oleh gangguan disekitar maka anak ini berpotensi cerdas.

loading...

6. Memperhatikan Sesuatu Secara Detail

 Memiliki anak yang cerdas tentu sangat diidam 12 Ciri Anak yang Cerdas dan Berbakat
Anak Fokus | Photo credit: Flickr.com / Multnomah County Library

Anak yang cerdas mempunyai kemampuan/kebiasaan memperhatikan sesuatu secara detail, dimana dirinya bisa menemukan hal-hal yang sering dilewatkan oleh orang lain.

Ini masih terkait dengan tingkat kemampuan konsentrasi, dimana untuk bisa memperhatikan sesuatu secara detail maka perlu tingkat konsentrasi yang tinggi, kalau seorang anak kecil bisa melakukannya maka itu luar biasa.

Khusus bayi gres beberapa bulan, contohnya ketika Anda menaruhnya di sekeliling bantal tinggi semoga tidak bisa keluar, kalau si kecil mempelajari hal-hal yang bisa dilakukannya untuk bisa terbebas (hingga hasilnya sanggup keluar bahkan dalam waktu singkat), hal itu bisa menjadi membuktikan bahwa ia anak yang cerdas.

7. Memiliki Ingatan yang Sangat Baik

Anak yang cerdas sanggup mengingat dengan baik perihal banyak sekali informasi yang pernah didengar dan dilihatnya.

Dimana hal yang mengakibatkan seseorang cerdas dan mempunyai wawasan luas alasannya yaitu kemampuan mengingatnya yang baik.

Anak cerdas dengan kekuatan memori yang baik akan gampang untuk menangkap dan mengingat kejadian-kejadian ataupun pelajaran dikala di sekolah.

Umumnya anak yang punya ingatan baik akan lebih percaya diri dan mandiri.

Khusus bayi, ingatan yang berpengaruh pada orang atau barang-barang di sekitarnya bisa menjadi indikasi kepintaran si kecil. Dia gampang mengingat wajah orang-orang yang ditemuinya, amatilah siapa yang masih familiar bagi si kecil atau yang sudah dilupakan dengan cara melihat reaksinya dikala bertemu kembali.

Selain itu, kalau si kecil gampang mengingat kawasan mainan yang sebelumnya disimpan di kawasan tertentu, atau ia bisa mengingat lokasi terakhir kali ia memainkan mainan, itu bisa menjadi indikasi si kecil pintar.


8. Praktis Tertarik Pada Banyak Hal

Seorang anak bisa menjadi cerdas alasannya yaitu mempunyai impian atau ketertarikannya yang berpengaruh pada banyak hal.

Hal inilah yang menciptakan anak cerdas umumnya lebih aktif dalam kegiatan, selain itu anak cerdas suka melaksanakan eksplorasi pada hal yang menjadi keinginannya (minatnya). Dirinya akan mencari tahu banyak hal yang diminatinya tersebut.

9. Sudah Punya Hobby dari Kecil

Setiap orang mempunyai hal tertentu yang suka dilakukannya secara rutin. Tapi kalau si kecil sudah punya hobi yang ia rutin menyibukan diri dengannya, maka ini yaitu hal yang bagus.

Seperti dijelaskan para hebat bahwa membuktikan seorang anak jenius yaitu dirinya suka mempelajari suatu hal sampai mendalam. Dari kecil sudah mempunyai ketahanan berguru dan gairah yang berpengaruh dalam mempelajari sesuatu. Hal ini kelak membuatnya terlatih untuk gampang menguasai banyak bidang.

Anak sudah mempunyai rutinitas/aktivitas faktual dari kecil, ini sangat anggun untuk perkembangannya. Selain itu kalau si kecil sudah mempunyai rutinitas maka dirinya akan lebih jarang rewel, ini tentu sangat menyenangkan orang tua.

10. Suka Celingak-Celinguk (Khusus Bayi)

 Memiliki anak yang cerdas tentu sangat diidam 12 Ciri Anak yang Cerdas dan Berbakat
Bayi | Photo credit: Gettyimages.com / Blend Motion

Jika si bayi sering celingak-celinguk dan selalu memperhatikan apa saja yang di dekatnya, ini bisa menjadi indikasi kecerdasan.

Si kecil sangat sadar dan ingin tau pada lingkungan di sekitarnya. Si bayi celingak-celinguk dikala ada bunyi yang muncul, ini berarti ia mulai mengenali bunyi dan mencoba mencari sumbernya.

Walaupun si kecil sering celingak celinguk, tapi ia juga bisa fokus dikala melaksanakan sesuatu yang disukainya, ataupun bisa fokus memperhatikan hal yang menarik bagi dirinya.

Contoh seorang balita yang mempunyai potensi kecerdasan tinggi, contohnya dikala menuntaskan puzzle, dirinya selalu fokus dan tanpa bosan untuk berusaha sampai hasilnya berhasil. Ini menandakan si kecil cerdas dan punya daya juang yang tinggi.

Terbiasa untuk konsentrasi/fokus akan membuatnya terlatih dalam mempelajari segala sesuatu yang gres dengan cepat dan mudah.

Loading...

11. Senang Tertawa dan Tersenyum Sejak Kecil

 Memiliki anak yang cerdas tentu sangat diidam 12 Ciri Anak yang Cerdas dan Berbakat
Bayi | Photo credit: Shutterstock.com | By Syda Productions

Orang bau tanah bisa mengingat-ingat kapan si kecil mulai suka tertawa, semakin awal maka itu menandakan potensi si kecil tumbuh cerdas semakin tinggi. Dimana si kecil sudah bisa memahami perihal yang ia lihat dan dengar untuk menganggapnya lucu.

Saat si kecil diajak bercanda dan ia bisa meresponnya dengan tertawa atau tersenyum, berarti ia bisa dengan cepat memperhatikan, memahami dan mempersepsikan hal-hal yang ada di sekelilingnya.

12. Ciri-Ciri Lainnya Anak Cerdas

Psikolog anak menjelaskan bahwa anak cerdas sanggup dilihat dari dirinya yang gampang beradaptasi, dan mempunyai impian untuk mencari solusi dari suatu permasalahan.

Anak yang cerdas juga sanggup berguru dari kesalahan yang sudah terjadi, hal inilah yang membuatnya sangat jarang terjatuh ke dalam kesalahan yang sama.

Anak yang cerdas umumnya jarang untuk sebentar-sebentar merengek minta tolong ketika menghadapi suatu kesulitan.